Perencanaan Pemasangan PLTS Rooftop Off-Grid pada Bandar Udara Kelas III Ilaga
DOI:
https://doi.org/10.64109/61k7pr55Keywords:
Airport, PLTS’ Off-grid, investment feasibilityAbstract
Bandar Udara Ilaga merupakan bandar udara yang terletak di Desa Aminggaru Kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah yang melayani moda transportasi udara dengan rute penerbangan Timika–Ilaga (PP), Nabire–Ilaga (PP), Wamena–Ilaga (PP), Jayapura–Ilaga (PP). Sebagian besar wilayah di daerah ini belum terjangkau jaringan listrik PLN termasuk Bandar Udara Ilaga. PLTS sistem off-grid dapat menjadi pilihan untuk dikaji menjadi energi alternatif yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan listrik Bandar Udara Ilaga. Dalam perhitungan perkiraan beban, total kebutuhan energi listrik di Bandar Udara Ilaga sekitar 17.390Wh/Hari. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dibutuhkan sebanyak 27 panel surya kapasitas 200Wp, 3 unit inverter Growatt berkapasitas 2kW, dan 16 unit baterai berkapasitas 12V 200Ah. Hasil perhitungan Performance Ratio yaitu sebesar 85% yang menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan PLTS off-grid layak untuk dilaksanakan. Biaya investasi awal yang dikeluarkan untuk membangun PLTS off-grid sebesar Rp 277.975.000 dan biaya perawatan Rp 2.779.500/tahun. Sedangkan untuk biaya pembelian bahan bakar solar untuk menunjang operasional bandar udara selama setahun yaitu Rp 74.880.000/tahun. Hasil analisis kelayakan investasi menunjukan nilai Net Present Value (NPV) pada PLTS positif sebesar Rp 210.794.285 dan untuk Discounted Payback Period (DPP) terjadi pada tahun ke-4 umur PLTS.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 M. Nafkar Jaya, Sukrianto Hakim, Syamsir Syamsir, Syarifuddin Nojeng, Andi Syarifuddin Syarifuddin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.